NEWS

Masalah seperti tidak mau jauh dari Barcelona dalam sebulan belakangan. Mulai dari ketidakmampuan klub merekrut striker baru hingga konflik antara Lionel Messi dan Direktur Olahraga Eric Abidal, mewarnai perjalanan Blaugrana sejak Januari 2020. Menurut Christophe Dugarry, semua masalah itu menunjukkan Barcelona berjalan mundur.

Seperti dikabarkan, Barcelona memecat Ernesto Valverde pada pertengahan Januari 2020 dan menggantinya dengan Quique Setien. Setelah itu, klub gagal mendatangkan penyerang baru untuk melapisi posisi Luis Suarez yang cedera hingga akhir musim pada bursa transfer musim dingin.

Puncaknya, Barcelona tumbang 0-1 dari Athletic Bilbao pada Copa del Rey 2019-2020. Kekalahan itu memicu kritik pedas dari Eric Abidal yang menyebut para pemain tidak bahagia dan kurang bekerja keras sehingga menyebabkan Ernesto Valverde dipecat.

Kritikan pedas tersebut dibalas tidak kalah sengit oleh Lionel Messi. La Pulga meminta Eric Abidal menyebut nama pemain yang dimaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman. Situasi tersebut membuat Christophe Dugarry kesal dan melabeli Barcelona sebagai klub kumpulan para badut.

“Barcelona seperti kumpulan para badut. Semuanya berjalan mundur. Mereka membeli (Philippe) Coutinho dan (Ousmane) Dembele, mereka membeli lalu menjual. Anda pasti berpikir klub ini tidak memiliki proyek yang jelas,” ujar Christophe Dugarry.

“Anda pasti sadar ada masalah setiap bursa transfer. Tidak ada rekrutan pemain yang jelas sejak kepergian Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Pada jajaran atas, mereka punya citra yang buruk. Terlalu banyak orang di klub itu yang tidak punya kelas,” pungkas pemain yang membela Barcelona pada 1998-1999 itu.